Mengapa kita harus berhenti membaca berita

man using stylus pen for touching the digital tablet screen
Photo by Kaboompics .com on Pexels.com

Artikel ini lebih sebagai pengingat kepada diri saya sendiri, yang saat ini masih kecanduan membaca berita. Salah satu hal yang menyebabkan saya kecanduan gadget sampai harus melakukan puasa gadget, adalah membaca berita di handphone secara berlebihan.

Sekali megang hape, saya bisa menghabiskan waktu 2-3 jam untuk membaca berita. Biasanya saya mengunjungi situs berita satu per satu dan baru berhenti ketika kepala udah terasa pusing atau pandangan mata berkunang-kunang. Biasanya setelah itu saya jadi merasa mual ketika melihat hape 🙂

Hal ini terjadi setiap hari dan membuat saya stress dan tidak produktif. Saya sudah berkali-kali berusaha menghentikan kebiasaan buruk ini, tetapi biasanya cuma bertahan beberapa hari. Setelah itu tanpa disadari kembali ke kebiasaan lama, begitu pegang hape langsung buka situs berita.

Awalnya hal ini terjadi ketika saya melakukan puasa medsos. Sebagai ganti membuka medsos, biasanya saya browing berita di hape sampai berjam-jam. Berbagai situs berita saya buka sampai merasa bosan. Akhirnya hal ini malah menjadi kebiasaan karena hampir setiap hari saya lakukan.

Situs berita yang saya kunjungi biasanya adalah detik, kompas, solopos, antara, tirto id, tempo dan kontan online. Selain itu saya juga biasanya mengunjungi situs berita teknologi seperti theverge, gsmarena dan 9to5mac.

Entah mengapa saya merasa takut ketinggalan informasi tertentu kalau tidak membaca berita. Saya juga tidak tahu informasi seperti apa yang sebenarnya saya cari, jadi saya mengabsen satu per satu situs berita sampai merasa pusing sendiri.

Setelah membaca beberapa referensi tentang news addiction, istilah yang sering dipakai untuk menggambarkan apa yang saya alami adalah FOMO – fear of missing out. Takut ketinggalan berita atau informasi tentang peristiwa yang terjadi di dunia luar.

Walaupun istilah FOMO lebih banyak digunakan pada kasus kecanduan medsos, tapi efek yang dirasakan kurang lebih sama untuk orang yang kecanduan berita seperti saya.

Sebagai salah satu terapi untuk menghilangkan kecanduan berita, biasanya saya melakukan puasa gadget untuk beberapa lama. Semoga puasa gadget kali ini, yang rencananya saya lakukan selama 3 bulan bisa menghentian kebiasaan buruk tersebut secara permanen. Target saya adalah tidak membaca berita di hape sama sekali.

Saya menemukan artikel yang sangat bagus, yang menerangkan bahwa berita sebenarnya tidak relevan dengan kehidupan kita sehari-hari dan berhenti membacanya akan membuat kita lebih bahagia. Artikel lengkapnya bisa dibaca di sini.

Sebagai pengingat untuk diri saya sendiri, di bawah ini saya berusaha merangkum dan menerjemahkan tulisan tersebut.


Berita itu buruk bagi Anda dan berhenti membacanya akan membuat Anda lebih bahagia

Oleh Rolf Dobelli

Berita itu buruk bagi kesehatan Anda. Ini menyebabkan ketakutan dan agresi, dan menghambat kreativitas dan kemampuan untuk berpikir secara mendalam.

Solusi? Hentikan mengkonsumsi sama sekali

Intinya adalah: konsumsi berita tidak relevan untuk Anda. Tetapi orang-orang merasa sangat sulit untuk mengenali apa yang relevan. Ini jauh lebih mudah untuk mengenali apa yang baru.

Yang relevan versus baru adalah pertempuran mendasar dari keadaan saat ini.

Perusahaan media ingin Anda percaya bahwa berita menawarkan semacam keunggulan kompetitif.

Banyak yang jatuh karena hal itu. Kita menjadi cemas ketika kita terputus dari aliran berita.

Pada kenyataannya, konsumsi berita adalah kerugian kompetitif.

Semakin sedikit berita yang Anda konsumsi, semakin besar keuntungan yang Anda miliki.

Dengan kata lain, tubuh Anda menemukan dirinya dalam keadaan stres kronis.

Tingkat glukokortikoid tinggi menyebabkan gangguan pencernaan, kurangnya pertumbuhan (sel, rambut, tulang), gugup, dan kerentanan terhadap infeksi.

Potensi efek samping lainnya termasuk rasa takut, agresi, tunnel-vision dan desensitisation.

Saya sekarang telah hidup tanpa berita selama empat tahun, jadi saya bisa melihat, merasakan dan melaporkan efek dari kebebasan ini: gangguan berkurang, kecemasan berkurang, berpikir lebih dalam, lebih banyak waktu, lebih banyak wawasan.

It’s not easy, but it’s worth it.

One thought on “Mengapa kita harus berhenti membaca berita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.